Latihan Kettlebell untuk Membakar Kalori, Lemak, dan Membangun Otot
Ingin menambahkan latihan kettlebell ke dalam rutinitas olahraga Anda? Gerakan kettlebell bisa menjadi pilihan efektif untuk membakar kalori, membantu mengurangi lemak tubuh, sekaligus membentuk otot.
Bergantung pada jenis gerakannya, latihan kettlebell dapat membantu membakar sekitar 13,6 kalori per menit, menurut studi dari ACE. Jumlah ini setara dengan pembakaran kalori saat berlari dengan kecepatan sekitar 1 mil dalam 6 menit.
Artinya, Anda bisa mendapatkan pembakaran kalori yang tinggi tanpa harus berlari.

Selain efektif untuk membakar kalori, latihan kettlebell juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Alat ini termasuk salah satu beban bebas yang paling serbaguna karena dapat digunakan untuk latihan kekuatan, kardio, dan daya ledak.
Menurut American Council on Exercise (ACE), workout dengan kettlebell dapat membantu meningkatkan:
- Kekuatan tubuh
- Kebugaran kardio
- Keseimbangan
- Stabilitas inti tubuh
Di bawah ini, Anda akan menemukan rutinitas latihan kettlebell full-body selama 10 menit yang bisa dilakukan dengan cepat dan praktis.
Workout Kettlebell Full-Body 10 Menit
Jika Anda menyukai latihan singkat dan efektif, Anda mungkin juga tertarik dengan:
- Coba latihan HIIT berat badan sederhana ini untuk membakar lemak dan membentuk tubuh lebih ramping
- Latihan HIIT 6 menit ini membantu membakar lemak tanpa alat beban

Sirkuit 1
Lakukan setiap gerakan sesuai jumlah repetisi berikut:
- Russian Swings: 12 repetisi x 3 set
- Squat to Row: 10 repetisi x 3 set
- Split Lunges: 10 repetisi per sisi x 3 set
- Istirahat: 30 detik
Sirkuit 2
Lanjutkan dengan rangkaian gerakan berikut:
- One-Leg RDL: 10 repetisi per sisi x 3 set
- Russian Twists: 10 repetisi per sisi x 3 set
- One-Arm Row: 10 repetisi per sisi x 3 set
Tips Memilih Berat Kettlebell
Anda hanya memerlukan satu kettlebell untuk menyelesaikan latihan singkat ini. Pilih beban yang memungkinkan Anda melakukan sekitar 8–10 repetisi dengan teknik yang baik.
Jika Anda merasa masih bisa melakukan jauh lebih banyak repetisi dengan mudah, kemungkinan besar beban yang digunakan terlalu ringan.


